Jumat, 07 Oktober 2016

Berburu Cinderamata Khas Pontianak? Ruko PSP di Jalan Patimura, Pusatnya



Traveling ke Pontianak, apa buah tangan yang paling asyik buat dibawa pulang?


Bagi wisatawan, setelah puas berkunjung ke bumi Khatulistiwa, sebaiknya sebelum pulang, sempatkan diri untuk berburu souvenir atau cinderamata khas Kalimantan Barat.


Untuk mendapatkan ‎cinderamata atau oleh-oleh khas Kalimantan barat, tak perlu repot, karena semua tersedia di komplek rumah toko (Ruko) PSP yang berada di jalan Patimura kota Pontianak.





Di ruko tersebut semua jenis souvenir dan oleh-oleh bisa di‎dapat, baik itu berupa souvenir gantungan kunci, kaos bermotif, kain batik khas Kalbar, miniatur tugu khatulistiwa hingga hiasan dinding senjata khas Dayak yakni Mandau serta perisainya.


Harga yang ditawarkan cukup murah meriah seperti untuk souvenir gantungan kunci tersedia dari harga Rp 2000-5000, senjata Mandau hiasan dinding hanya Rp 100 ribu dan Perisainya Rp 80 ribu


Sementara untuk bahan kain batik terdapat banyak corak dan warna yang indah, corak kain batik khas Kalbar memiliki khas tersendiri, lantaran setiap kabupaten kota di Kalbar memiliki corak sendiri.


Seperti corak insang dan batik tidayu (Thionghoa, Dayak, Melayu) yang merupakan khas dari kota Singkawang, begitu juga kain tenun yang berasal dari kabupaten Sambas.


Kain batik khas yang terbuat dari bahan katun dihargai Rp 50 ribu permeter, para pembeli bisa mendapatkan sesuai keinginan dan kebutuhan untuk membeli berapa meter kain batik yang tak kalah menarik.


Batu Kecubung


Tak hanya itu‎ di ruko PSP juga menjual batu-batu cincin yang khas Kalbar yakni batu kecubung yang harganya cukup terjangkau, selain itu para pembeli juga bisa mengukur kekerasan batu tersebut, karena para penjual souvenir turut menyediakan diamond detector.





Jenis batu kecubung yang tersedia di ruko PSP Pontianak yakni Batu kecubung es, kopi, kuning bensin, kuning solar, teh, ungu, Sempalai sambas, Sempalai ketapang, untuk bongkahan Batu kecubung para penjual souvenir menawarkan bongkahan mulai dari harga Rp 200rb dan untuk yang telah di ikat menjadi batu cincin di jual mulai dari seharga ‎Rp 250ribu.
Sunber : http://www.tribunnews.com/travel/2015/05/19/berburu-cinderamata-khas-pontianak-ruko-psp-di-jalan-patimura-pusatnya?page=3

Kota Pontianak Ukir Prestasi Dengan Berbagai Penghargaan


TIDAK sedikit penghargaan yang didulang Pemeirntah Kota (Pemkot) Pontianak di bawah kepemimpinan Wali Kota Pontianak, Sutarmidji. Wajar saja, Pemkot Pontianak kerap menerima kunjungan kerja dari berbagai daerah yang tertarik mencontoh kemajuan dan terobosan yang dicapai kota ini. Dalam satu tahun, rata-rata lebih dari 200 pemerintah kabupaten atau kota se-Indonesia melakukan studi banding ke Pontianak. 
Kota berjuluk Bumi Khatulistiwa ini juga dinilai pantas menjadi lumbung inovasi secara nasional. Banyak hal berhasil dipecahkan oleh Kota Pontianak. Tahun 2015 lalu, Kota Yogyakarta menjadi laboratorium inovasi lantaran berhasil menawarkan 120 inovasi. Namun di tahun 2016, Kota Pontianak memecahkan rekor tersebut, dengan jumlah inovasi sebanyak 149.
Bahkan, Deputi Bidang Inovasi Lembaga Administrasi Negara (LAN), Tri Widodo Wahyu Utomo menyangsikan, jumlah 149 inovasi yang diciptakan Kota Pontianak, mampu dipecahkan daerah lainnya yang menjadi laboratorium inovasi.
Pontianak sudah memiliki pengalaman inovasi yang cukup berat, dari inovasi sebagai daerah yang memiliki anggaran perjalanan dinas terendah se-Indonesia hingga inovasi-inovasi yang sudah dilakukan seperti klinik berhenti merokok, program inovasi kelurahan, school map dan masih banyak lagi. 
Sutarmidji menyatakan, pihaknya tidak akan berhenti dalam melakukan inovasi-inovasi. Baginya inovasi tidak ada batasannya. Dia pun mempunyai obsesi, Kota Pontianak menjadi laboratorium inovasi dalam tata kelola pemerintahan di segala aspek. Sebab, tidak sedikit prestasi yang diukir Pemkot dalam hal perbaikan tata kelola pemerintahan.
Menurutnya, semakin baik tata kelola pemerintahan maka semakin tinggi tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. “Ketika kepercayaan masyarakat kepada pemerintah itu tinggi,maka sumbangsih keikutsertaan masyarakat dalam menyukseskan pembangunan akan tinggi pula,” katanya.
Tak tanggung-tanggung, prestasi yang diraih Kota Pontianak, membuat kota ini berada di puncak teratas memimpin kota-kota lainnya, sebagai kota pelayanan publik terbaik se-Indonesia. Pontianak berhasil meraih nilai tertinggi yakni 87,32. Peringkat ini tetapkan langsung oleh Ombudsman RI. Menyandang predikat terbaik dalam Kepatuhan Standar Pelayanan Publik menurut UU Nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik, setelah Kota Pontianak berhasil melakukan inovasi percepatan dalam memberikan pelayanan.
Di tahun 2016 ini, juga telah cukup banyak penghargaan yang diraih. Pada Februari lalu misalnya, Pemkot Pontianak diganjar penghargaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Karena dinilai berhasil melaksanakan sertifikasi produksi rumah tangga secara baik dan konsisten.
Kemudian, pada 27 Maret lalu, sebanyak 36 sekolah setingkat SMP dan SMA/SMK di Kota Pontianak, baik negeri maupun swasta, meraih penghargaan Indeks Integritas penyelenggaraan Ujian Nasional (IIUN) tahun 2015 yang tinggi. 
Penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI ini diserahkan Wali Kota Pontianak, Sutarmidji di SMAN 1, Minggu (27/3). “Target saya maunya 100 persen sekolah-sekolah di Kota Pontianak bisa meraih Indeks Integritas UN dengan nilai yang tinggi. Tetapi sekitar 50 hingga 60 persen itu target yang realistis,” ujarnya.
Dia pun berharap, penghargaan yang ditandatangani Mendikbud RI, Anies Baswedan ini bisa memacu sekolah-sekolah lainnya untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi. Sebab, bila sebuah sekolah punya indeks integritas tinggi, maka dipastikan sekolah tersebut akan menjadi salah satu sekolah favorit dan unggulan.
Tak berselang lama, pada Maret lalu, Pemkot Pontianak masuk dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2016 se-Indonesia. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri PAN dan RB, Yuddy Chrisnandi kepada Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di Surabaya, Kamis (31/3).
Dengan inovasi pelayanan antidiskriminasi, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak mendapat penghargaan dari Kemenpan-RB RI.
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan, dengan masuknya RSUD SSMA dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik se-Indonesia, merupakan pengakuan secara nasional bahwa pelayanan tanpa kelas di RSUD milik Pemkot ini sebagai terobosan inovasi. RSUD ini mengedepankan pelayanan secara profesional tanpa membedakan status sosial para pasien. “Jadi masyarakat dari kalangan ekonomi lemah pun dia akan mendapat pelayanan yang sama,” terangnya.
Pada April lalu, Kota Pontianak juga memperoleh penghargaan Sindo Weekly Government Award sebagai pelayanan publik terbaik se-Iindonesia untuk kategori kota. Dengan prestasi ini diharapkan dapat mendorong serta memotivasi daerah-daerah lain untuk terus dapat meningkatkan kualitas pada bidang-bidang di daerah masing-masing.**

sumber : http://www.pontianakpost.com/kota-pontianak-ukir-prestasi-dengan-berbagai-penghargaan

MENGENAL LEBIH DEKAT PONTIANAK KOTA BERSINAR

 Nama Pontianak tentu sudah tidak asing lagi bagi masyarakat kalimantan barat, namun untuk masyarakat diluar kalbar nama pontianak mungkin saja sangat jarang terdengar, tetpi itu dulu, sekarang ibu kota provinsi kalimantan barat ini lambat laun mulai banyak dikenal secara luas tidak saja dari dalam negeri tetapi juga di luar negeri, ini tidak terlepas dari upaya pemerintah kota dalam memberikan layanan publik sehingga mampu meningkatkan efektivitas bagi perekonomian pada masyarakat kota pontianak sehingga dari tahun ketahun menunjukkan kemajuan yang sangat tinggi baik dari segi ekonomi maupun kehidupan sosial bermasyarakat, sehingga sangat layak kota pontianak mempunyai mottoPontianak Kota Bersinar.
Sebagai kota yang dikelilingi oleh banyak sungai, pontianak memang kerap sekali dilanda banjir tetapi tidak seperti kebanyakan di kota kota besar di indoensia, banjir yang terjadi di kota pontianak lebih banyak di sebabkan oleh semakin sedikitnya ruang atau selokan air yang ada di kota pontianak sehingga menyebabkan tergenangnya air ketika terjadi hujan maupun  pasang laut. Namun sejak pemerintahan kota dibawah kepemimpinan Sutarmidji, permasalahan tersebut sdikit demi sedikit dapat teratasi dengan baik, masyarakat pontianak diharapkan dapat mewujudkan motto Pontianak Kota Bersinar yaitu Bersih, Sehat, Indah, Nyaman, Aman, dan Ramah dalam kehidupan sehari hari agar dapat bersinergi dengan program pemerintah kedepannya.
Di bidang Pariwisata, Pontianak juga memiliki beberapa tempat wisata yang mempunyai daya tarik yang tak kalah dengan wisata daerah lainnya, bahakn beberapa tempat wisata mempunyai nilai sejarah tersendiri sehingga pengunjung tidak saja menikmati keindahan alam tetapi juga disuguhkan fakta sejarah tentang kota pontianak, beberapa objek wisata yang cukup menarik di kota pontianak adalah : 
 

MENGENAL LEBIH DEKAT PONTIANAK KOTA BERSINAR

Taman Alun Alun Kapuas
Taman alun alun kapuas terletak di pinggiran sungai kapuas berada tepat di depan markas militer Korem pontianak, itulah sebabnya kadang taman alun alun kapuas lebih dikenal dnegan sebutan Depan Korem atau korem karena posisinya tepat berada didepan markas militer. Taman alun alun kapuas telah banyak mengalami perombakan dan renovasi dari pememrintah kota, dengan tata letak taman berada di pinggir sungai kapuas, membuat keberadaan taman alun kapuas ini sangat menarik di sore hari, kita dapat menikmati pemandangan sungat dans egala aktifitas masyarkat yang ada di sekitar sungai kapuas. Selain itu kita juga bisa menikmati indahnya matahari dikala akan terbenam, taman yang sejuk dengan bayakanya pepohonan ditambah pemandangan yang indah menjadikan taman alun kapuas sebagai tempat wisata pilihan masyarkat kota pontianak dan sekitarnya.
Taman Degulis Univesitas Tanjung Pura Pontianak
Taman ini terletak tepat di tengah pusat kota di jalan ahmad yani pontianak, tugu degulis untan merupakan sebuah bundaran yang letaknya di tengah tengah universitas tanjungpura pontianak yang merupakan universitas terluas di indonesia, di sekitar bundaran ini ada sebuah taman di pinggir jalan, taman ini juga telah mengalami renovasi sehingga semakin menambah keindahan disekitar bundaran, apalagi ketika sore dan malam hari, dengan diterangi lampu hias yang menarik semakin menambah keindahan taman degulis yang sebagian besar dijadikan arena berkumpulnya anak-anak muda dari berbagai komunitas.
Museum Negri Pontianak
Keberadaan museum ini juga tak jauh dari bundaran degulist untan, masih di jalan ahmad yani pontianak, museum ini berisi berbagai fasilitas dan aksesoris budaya khususnya dari adat melayu dan dayak, disini para pengunjung dapat menikmati pesona budaya yang ada di kalimantan barat, juga dapat melihat berbagai hasil kerajinan tangan dari masyarakat pedalaman kalimantan barat, sebuah momen yang snagat pas bagi mereka yang ingin mengetahui lebih dalam tentang keberadaan budaya di kalimantan barat khususnya kota pontianak.
Masjid Raya Mujahidin
Masjid ini merupakan masjid terbesar di kalimantan barat dan terluas, mengalami renovasi besar besaran dan kini tampil megah dengan desain mirip dengan masjid nabawi di madinah arab saudi, masjid ini mempunya daya tarik yang luar biasa khususnya bagi ummat islam, tak heran jika setiap hari selalu di kunjungi oleh masyarkat, baik dari kota pontianak sendiri maupun dari luar kota. Masjid Raya Mujahidin memiliki ornamen yang unik dan memukau, di samping itu halaman masjid yang snagat luas membuat pengunjung betah berlama lama di area masjid, tidaklah heran karena masjid raya mujahidin selain sebagai pusat islam di kota pontianak juga menjadi tempat wisata religi bagi masyarakat.
Tugu Khatulistiwa
Tugu ini terletak di pinggi kota pontianak, tepatnya di pontianak utara, keberdaan tugu ini sebagai tanda atau pusat garis khatulistiwa atau equator, keberadaan tugu ini awalnya hanya sebagai penandaan dlaam exspedisi yang dilakukan ahli geografi belanda pada tahun 1928, tugu ini telah mengalami beberapa penyempurnaan dan pada tahun 1990 baru dilakukan renovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi keberadaan tugu khatulistiwa. Ditugu ini selain pengunjung dapat melihat sejarah pendirian tugu, juga pada bulan bulan tertentu ada semacam kegiatan budaya yang berhubungan dengan titik kulminasi matahari yang konon pada jam tertentu semua benda tanpa bayangan hanya beberapa detik, peristiwa ini sangat menarik pengunjung tidak saja lokal tetapi juga manca negara.
Beberapa tempat wisata diatas menunjukkan setidaknya Slogan Pontianak Kota Bersinar telah mampu mewujudkan impian sebagai kota yang maju, di samping itu geliat perekonomian di pontianak semakin pesat ini dapat kita lihat dengan banyaknya tempat usaha yang berdiri khususnya cafe-cafe, tempat kuliner semakin banyak ditemui, ini wajar saja mengingat semakin berkembangnya sebuah kota maka akan semakin tinggi tingkat perkembangan dunia usaha, ini yang setidaknya telah terwujud dengan baik di kota seribu sungai ini.
Meningkatnya taraf hidup masyarakat sebuah kota akans emakin banyak perkembangan yang dapat dilihat, ini juga yang terlihat di kota pontianak, masih banyak lagi berbagai fasilitas yang bisa dijadikan referensi bagi pengunjung dari luar kota pontianak, pusat-pusat perbelanjaan, hotel-hotel, wisata kuliner dan lain-lain banyak pilihan yang nantinya bisa di dapat yang tentunya sebagai langkah awal dengan mengenal lebih dekat kota bersinar
sumber : http://pontianakseo.web.id/pontianak-kota-bersinar/

Kamis, 06 Oktober 2016

10 Tempat nongkrong paling hits di Pontianak ini asyik dan murah


1. Pekarangan


Kendati tempatnya cukup jauh dari hiruk pikuk kota Pontianak tepatnya di Jalan Reformasi ( Ujung Untan) namun Pekarangan_ selalu ramai. Makanan dan minuman yang disajikan juga pas di lidah anak muda, dan yang terpenting ngepas di kantong pelajar dan mahasiswa. Di sini selain berasa di pekarangan rumah sendiri, kamu juga bakal disuguhi sejumlah karya seni lukis dan sastra yang bakal memanjakan mata.

2. Roemah idaman



Nah kalau di sini, kamu bakalan berasa lagi ada hajatan rumah. Halaman rumah yang luas memang disulap oleh pemilik Roemah Idaman. Letak kafe yang berada di Jalan Alianyang Gang Kurnia ini memang agak tersembunyi. Namun ketika sampai, suasana akrab bakal lekat ketika duduk dan memesan segelas minuman ataupun panganan.

3. Alun-alun kapuas





 Tempat bersejarah satu ini gak akan mungkin terlupa. Berkali-kali direnovasi, akhirnya tema hijau bak waterfront di Kota Lyon Perancis digunakan Pemkot Pontianak untuk memanjakan warganya bersantai dan berlibur bersama keluarga masing-masing. Dan tentu, kamu cuma perlu membayar parkir saja untuk masuk dan menikmati pemandangan sungai dan sejumlah air mancur di taman alun-alun Kapuas ini. Selain itu, tempat ini juga menjadi basis gamer's Pokemon lho.

 4. Glass House 55

Bertema Western, dan memiliki Rooftop, membuat tempat ini ramai dikunjungi. Berlokasi di kawasan Sungai Jawi (Gertak 1) Jalan Hasannudin, tempat ini kerap dijadikan tempat berselfie.


5. Coffee Tone Gajahmada


Jalan Gajahmada Pontianak memang menjadi ikon Coffee Street di Kota ini. Namun ada satu tempat yang sangat ramai, ya ditempat ini. Membuat ciri khas sebagai kafe musik yang menyuguhkan hiburan dari band-band lokal Pontianak, kafe ini juga tak melupakan kualitas kopi yang disajikan kepada penikmatnya.


6. Park Life Karimata

Berada di Jalan Karimata, tempat ini unik, dan jadi tempat nongkrong yang asyik. Masih dengan konsep memanfaatkan teras rumah, dan mengubah rumah tinggal menjadi sejumlah kafe kecil disewakan (tennant), Park life berisikan sejumlah tennat yang menjual makanan yang hit's, seperti medang kerang dan hore crab (makan kerang dan kepiting tanpa piring) serta kopi ruang tamu dan masih banyak tennant lain seperti distro, dan toko kaset dan LCD lagu-lagu jadul original.


7. Taman digulis Untan

Jika pagi hingga siang biasa menjadi tempat berdemonstrasi mahasiswa, namun sore menuju malam, Taman ini selalu menjadi wisata gratisan warga Pontianak. Berada tepat di Bundaran Universitas Tanjungpura Pontianak yang membelah dua jalur Jalan Ahmad Yani, Taman Ditulis menjadi tempat favorit untuk berkumpulnya berbagai komunitas.


 8. WTF! pancasila

Mengadopsi pola sewa tennant dan menggunakan halaman rumah, what the food - WTF! pancasila yang berada di Jalan Gusti Hamzah kawasan Pancasila Pontianak ini memang menawarkan sensasi asyik berkumpul. Disetiap bulannya, banyak tema-tema unik yang diusung foodcourt ini, yang tentu mengundang kawula muda berselfie sebelum menyantap makanan yang dipesan.

9. Athena Caffe Ampera 
Kawasan Jalan Ampera memang terbilang cukup jauh. Berbatasan dengan Kabupaten Kubu Raya, Athena Caffe yang mengusung tema interior seperti barang bekas ini, disulap cantik untuk membuat pengunjung betah berlama-lama.

10. De-Kupi Podomoro
Ngopi sambil diskusi dan mendengarkan live music, menjadi tema warung kopi satu ini. Terletak tepat di Jalan Putri Candramidi kawasan Podomoro Pontianak, De-Kupi menawarkan tempat asyik untuk diskusi tentang berbagai tema. Tak jarang berbagai komunitas meramaikan warung kopi satu ini, apalagi kopi asli Kalbar digunakan sebagai hidangan khas tempat ini.

Sumber : https://www.brilio.net/jalan-jalan/10-tempat-nongkrong-paling-hits-di-pontianak-ini-asyik-dan-murah--160914k.html


Merayakan Eksotika Sungai Kapuas
Sungai Kapuas yang membelah Pontianak menjadi satu sumber kehidupan bagi masyarakatnya dan jalur transportasi air yang vital. Sungai Kapuas juga asyik untuk dijadikan tujuan wisata yang kini digandrungi anak muda, apakah itu? 
HARYADI, Pontianak 
PEMANDANGAN tak biasa terlihat sore itu. Kaum muda bertandang ke pinggiran Sungai Kapuas. Mereka berkumpul di sebuah cafe terapung, yang bergoyang-goyang akibat pengunjung menaikinya. Namun mereka tidak sedang minum ataupun memesan makanan. Tetapi mereka sedang mengantre menyewa sampan kano untuk bermain di sungai.
Tidak hanya dari kalangan pemuda, orangtua antusias mencobanya. Mendayung kano sambil bermain air dan menikmati panorama pinggiran sungai, menjadi hal baru bagi sebagian orang. Jika sebelumnya kegiatan menyusuri sungai hanya dengan motor air atau sampan bermesin. Kini dengan kano kita bisa merasakan sensasi yang begitu berbeda dari biasanya. 
“Penyewaan kano ini sudah ada sejak awal tahun 2016,” terang Rendi, pengelola penyewaan sampan kano.
Rendi membuka cerita. Pertama kali mempunyai ide untuk membuka penyewaan tersebut adalah pamannya yang bernama Maudiansyah. 
“Awalnya hanya disewakan untuk anak-anak di kawasan anak-anak gang, tapi lama-lama semakin banyak peminatnya,” ungkap pria berambut pendek.
Melihat prospek yang dinilai baik, Rendi dan pamannya lalu mencoba menghimpun modal guna membeli kano baru. Secara bertahap jumlah kano yang dimiliki semakin bertambah banyak.
“Dulu ada dua kano yang tersedia di sini, sekarang sudah mencapai 31 kano yang disewakan,” katanya tersenyum.
Untuk tarif penyewaannya, Rendi menjelaskan bahwa menyewa selama satu jam bermain kano dikenakan biaya sebesar sepuluh ribu rupiah. Dengan tarif tersebut penyewa sudah dilengkapi dengan fasilitas keamanan di air berupa pelampung jaket.
“Kalau mereka tidak bisa berenang, namun tetap penasaran mencoba main kano dari kami bisa memfasilitasi dengan mendampinginya di air,” jelasnya.
Dia menambahkan bahwa penyewaan kano ini dibuka dari pagi hingga sore hari. Mereka yang datang untuk bermain dan menyewa kano kebanyakan memilih waktu pada sore hari. Karena pada sore hari cuacanya tidak begitu panas. Sehingga saat berada di atas air terasa dingin dan menyegarkan. Apalagi bila mau menyusuri tepian Sungai Kapuas panoramanya lebih indah pada sore hari.
“Mereka yang menyewa kano tidak hanya dari sini saja (Pontianak), pernah pengunjung dari Jakarta mencoba wahana ini. Mereka naik kano untuk menikmati keindahan Sungai Kapuas,” kenangnya.
Keny Novaldi, warga Pontianak juga menikmati sensasi mendayung kano. Ia bersama teman-temannya terlihat riang saat bermain bersama temannya di sungai sore itu.
“Kalau main kano di sini sudah beberapa kali mencoba. Kadang kalau tidak ada kesibukan perkuliahan saya melepaskan penat main kano di sungai,” ungkap Keny.
Menurut Keny, mendayung sampan berbahan fiber tersebut. Bagi yang pertama kali bermain kano, mungkin akan sedikit mengalami kesulitan. Karena ukuran sampan yang tidak besar dan hanya cukup untuk menampung satu orang saja itu harus pandai-pandai menjaga keseimbangan saat menaikkinya. Tetapi kalau sudah mahir menjaga keseimbangan bakal merasakan sensasi ketagihan untuk main lagi.
sumber : http://www.pontianakpost.com/nikmati-sensasi-sungai-sambil-mendayung-kano

Rabu, 05 Oktober 2016

3 coffe terapung di sungai kapuas

3 coffe terapung di sungai kapuas


Menikmati kuliner di hotel, restoran atau warung kaki lima dengan beragam jenis masakan lokal maupun mancanegara mudah didapat di banyak tempat dan sudah menjadi hal yang biasa. Namun menikmati kuliner ditepian sungai terpanjang di Indonesia, hanya bisa dinikmati dengan berkunjung ke sungai kapuas di Pontianak. Ibukota provinsi satu-satunya di Indonesia yang berada tepat di garis khatulistiwa pun tugu khatulistiwa juga terdapat di tepian sungai kapuas dan keraton Pontianak juga terdapat ditepian sungai kapuas. Dua bangunan bersejarah ini menjadi saksi bahwa sungai kapuas adalah pusat dinamika kota pontianak masa lalu.
Di sepanjang tepian sungai kapuas kini terdapat banyak cafe atau restoran yang mudah dikunjungi wisatawan. Santai makan dan minum sambil menikmati suasana sungai terpanjang di Indonesia menjadi pengalaman berbeda yang hanya bisa di dapat dengan berkunjung ke Kota Pontianak.
Dari puluhan cafe, restoran dan warung di tepian sungai kapuas, terdapat 3 tempat yang menarik dikunjungi di sungai kapuas. Menarik karena tempat cafe tersebut terapung ditepian sungai kapuas. Saat ada kapal lewat akan terasa gelombang air sungai menggoyang cafe, namun tak berbahaya dan tidak mengganggu suasana makan. Cafe terapung tersebut justru menjadi keunikan dan menjadi pengalaman yang tidak bisa didapat di daerah lain. Terdapat 3 (tiga) cafe terapung di sungai kapuas :
1. Cafe Terapung Serasan
Terletak di kampung banjar serasan dan dikenal dengan Kafe Serasan, Kecamatan Pontianak Timur. Cafe Serasan dikenal sebagai cafe terapung pertama di Pontianak. Menyediakan aneka kuliner khas Pontianak, tempatnya representatif, tersedia musholla untuk sholat, terdapat tempat makan di darat dan disungai (terapung).
Pengunjung juga dapat menikmati santapan kuliner khas Pontianak sambil susur sungai dengan naik perahu serasan dengan harga murah, Rp. 20.000,- per orang dengan rute dari lokasi cafe serasan hingga depan alun-alun kapuas. Nikmatnya makan sambil susur sungai pada sore atau malam hari. Harga makanan dan menikmati susur sungai dengan perahu serasan cukup murah.
2. Cafe Terapung Ertiga
Terletak di kampung benua melayu laut dan dikenal dengan cafe Gang Landak di Jalan Tanjungpura, Kecamatan Pontianak Selatan. Menyediakan tempat santai unik dengan tempat yang terapung di sungai kapuas. Tempat lokasi yang khas, ditengah-tengahnya terdapat kolam kayu untuk ikan yang menjadi hiburan tersendiri untuk anak-anak. Tempatnya yang strategis, di pusat Kota Pontianak memudahkan pengunjung untuk menikmatinya.
Pengunjung juga dapat menikmati susur sungai kapuas dengan perahu model lancang kuning dengan harga yang murah. Selain itu juga terdapat permainan kano yang aman dan harga sewa murah. Pengelola Cafe Ertiga menyediakan baju pelampung serta belasan kano dengan harga sewa yang murah, hanya Rp. 10.000,- per orang per jam.
3. Cafe Terapung PakWe
Terletak di Kampung bansir dan dikenal dengan Cafe PakWe lewat Gang Bansir II, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Pontianak Tenggara. Menyediakan tempat santai yang terapung dengan lokasi dekat dengan kampus universitas tanjungpura (Untan). Karena letaknya dekat kampus Untan, banyak anak muda khususnya mahasiswa dan mahasiswi yang mengunjungi cafe ini.

sumber : http://wisatasungaikapuas.com/2016/09/18/3-cafe-terapung-di-sungai-kapuas/

Minggu, 02 Oktober 2016


Perayaan 1 Muharram 1438 Hijriah



PERAYAAN Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1438 H, berlangsung meriah di kota Pontianak. Kegiatan ini banyak diselenggarakan di berbagai mesjid ,seperti di Masjid mujahidin di meriahkan dengan suguhan drum band, beraneka kostum, dan mobil hias tidak hanya di mujahidindi  Kecamatan Pontianak Utara juga ada Kegiatan yang diselenggarakan Dewan Masjid Kota Pontianak berkerja sama dengan Dewan Masjid Kecamatan Pontianak Utara. Ketua panitia, Rusdiansyah SHi mengungkapkan kegiatan yang dilakukan diantaranya pawai dengan berjalan kaki dari Tugu Khatulistiwa sampai finish di Kantor Camat Pontianak Utara. Sedangkan pawai ta’ruf dengan menggunakan mobil hias mengelilingi jalan utama Kecamatan Pontianak Utara. Panitia menyediakan hadiah dan uang pembinaan serta dooprize seluruh masyarakat yang hadir.


Panitia dan pengurus melibatkan DMI, PHBI Kecamatan, BKMPI, IPRMI serta pengurus masjid se Kecamatan Pontianak Utara. Kegiatan ini murni dilakukan dengan swadaya pengurus masjid serta donatur. Ketua DMI Kota Pontianak yang juga Wakil Walikota Pontianak Ir . H. Edi Rusdi Kamtono  mengucapkan terima kasih atas kerja asama ini. “Mudahan kedepan kegiatan ini lebih berpariasi dan bisa menghasilkan manfaat yang besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Peserta yang ikut dalam kegiatan pawai adalah majelis taklim, pelajar, TK dan SMA/SMK, komunitas seni islami serta masyarakat umum. “Kami berharap kegiatan ini menjadi agenda tetap tahunan DMI Kota Pontianak,