Jumat, 04 November 2016

PALM BEACH SINGKAWANG, KALIMANTAN BARAT

Palm Beach dahulu dikenal Taman Impian Pasir Panjang yang letaknya bersebelahan dengan Taman Pasir Panjang Indah, jika masuk dari pingir jalan raya Singkawang – Pontianak akan melewati perbukitan kecil kurang lebih 1.5 km baru sampai di pantai.
Selain itu juga dapat masuk dari Taman Pasir Panjang Indah melewati pintu gerbang di pinggir pantai. Fasilitas yang disediakan oleh pengelola untuk kenyamanan pengunjung, seperti : Hotel, Kolam Renang, Kantin, Bumi Perkemahan, Arena Offroad, Area Volly Pantai.
Sangat cocok untuk penyelenggaraan kegiatan : Outbound,Gathering, Meeting, Training, Workshop, Seminar, Ulang Tahun, Rakerda, RAT, Retreat, Seminar, Sosialisasi, rekreasi, Transit Lunchtime dan kegiatan lainnya.

Palm Beach dahulu dikenal Taman Impian Pasir Panjang yang letaknya bersebelahan dengan Taman Pasir Panjang Indah, jika masuk dari pingir jalan raya Singkawang – Pontianak akan melewati perbukitan kecil kurang lebih 1.5 km baru sampai di pantai.

Selain itu juga dapat masuk dari Taman Pasir Panjang Indah melewati pintu gerbang di pinggir pantai. Fasilitas yang disediakan oleh pengelola untuk kenyamanan pengunjung, seperti : Hotel, Kolam Renang, Kantin, Bumi Perkemahan, Arena Offroad, Area Volly Pantai.

Sumber : http://wisatapontianak.com/palm-beach-singkawang-kalimantan-barat/


SAIL KARIMATA 2016: Mengenal Lebih Dekat Potensi Wisata Kayong Utara

KAYONG UTARA - Pemerintah ingin agar pergelaran Sail Selat Karimata (SSK) 2016 tidak berakhir hanya sebagai 'pesta semalam' di kabupaten yang terletak di ujung Provinsi Kalimantan Barat itu.
Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan berpendapat potensi pariwisata di Kalbar sebenarnya sangat besar. Apalagi, Kalimantan merupakan pulau terluas di Indonesia dengan keanekaragaman geografis dan seni budaya yang menawan.
Kalimantan memiliki potensi luar biasa untuk menarik semakin banyak lagi devisa negara, melalui sektor wisata," ujarnya di sela-sela perhelatan SSK 2016 di Kecamatan Suladana, Kabupaten Kayong Utara pada Jumat (14/10/2016).
Sekadar catatan, Provinsi Kalimantan Barat bersama Provinsi Jambi, Provinsi Bangka Belitung dan Provinsi Kepulauan Riau  bersama-sama menjadi tuan rumah event Sail Selat Karimata 2016. Helatan pariwisata internasional tersebut telah memasuki tahun kedelapan.
Acara puncak Sail Selat Karimata dipusatkan di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Kegiatan SSK 2016 diproyeksikan sebagai kegiatan yang menarik minat para yachters seluruh dunia untuk menyingkap keindahan ekologi dalam wisata petualangan.
Menurut catatan Kemenko Bidang Kemaritan, sebagian besar Kabupaten Kayong Utara adalah wilayah konservasi. Pantai Pulau Datok yang menjadi lokasi acara puncak adalah bagian dari Taman Nasional Gunung Palung.
Kecantikan alami kawasan ini baik yang berada dalam lingkungan taman nasional maupun yang berada di pulau-pulau di Selat Karimata menyimpan potensi wisata luar biasa.
Kabupaten Kayong Utara sendiri bisa dicapai dengan melalui jalan darat dari Ketapang. Untuk menuju Ketapang tersedia penerbangan Jakarta-Ketapang dioperatori oleh Aviastar, Kalstar dan Garuda Indonesia dari Pontianak. 
Akses yang masih sangat terbatas menyulitkan para wisatawan untuk bisa menikmati keindahan Kayong Utara. Setelah mendarat di Ketapang, perjalanan diteruskan melalui 2 jam perjalanan darat dari Ketapang ke Kayong Utara.
Perbaikan infrastruktur jalan dan pasokan listrik adalah tantangan yang dihadapi Kayong Utara. Secara bertahap perbaikan sudah dikerjakan seiring dengan persiapan pelaksanaan Sail Selat Karimata. 
Selanjutnya, pemerintah daerah harus mengambil peran besar dalam promosi wisata. Meskipun nantinya akan dikemas sebagai wisata ekologi dan petualangan, tetap perlu ditopang dengan akses transportasi, perbaikan fasilitas umum melalui infrastruktur yang memadai.
Pariwisata bisa menggerakkan ekonomi rakyat. Harapan ini di kembangkan dalam satu kiat pemberdayaan masyarakat lewat pengembangan pariwisata yang berbasis kerakyatan atau community-based tourism 
development.
Kalimantan Barat dengan bermacam wisata budaya serta keindahan wisata alam, dan beragam masakan yang memiliki cita rasa istimewa. Semua potensi yang selayaknya dapat menjadi asset untuk menyejahterakan masyarakat.
Industri pariwisata seperti semua industri lainnya memang memiliki pasang-surut serta tren yang senantiasa berubah. Namun, wisata ekologi dan petualangan memiliki peminat loyal yang senantiasa menginginkan tantangan, sekaligus wisata yang menyatu dengan alam. 
"Kayong Utara memiliki semua wisata alam dan budaya  yang menarik. Taman Nasional, keunikan alam bawah laut Selat Karimata, kelezatan masakan laut dengan cita rasa asli tak akan terlupakan."
Selain itu, sumber daya manusia juga perlu dipersiapkan, tour guide, pelatihan selam dan fasilitasnya perlu disiapkan untuk menikmati ragam obyek menarik berada di bawah laut. Olah raga bahari sangat bisa dikembangkan di propinsi-propinsi yang menjadi lokasi Sail Selat Karimata. 
Kayong Utara, Kalimantan Barat menyimpan potensi yang luar biasa, mungkin tahun ini para pelancong akan mengunjungi Kalimantan Barat dalam rangkaian acara Sail Selat Karimata, tapi masih banyak yang bisa dinikmati di Kalimantan Barat.
Sumber : http://traveling.bisnis.com/read/20161014/224/592509/sail-karimata-2016-mengenal-lebih-dekat-potensi-wisata-kayong-utara

Kamis, 03 November 2016

TAMAN NASIONAL GUNUNG PALUNG KALIMANTAN BARAT

Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) adalah sebuah taman nasional yang terletak di Kabupaten KetapangKalimantan Barat, sekitar 30 menit penerbangan dari Pontianak. Luas taman nasional ini adalah 90.000 hektar, yang terbentang di Kecamatan Matan Hilir UtaraSukadanaSimpang HilirNanga Tayap, dan Sandai.
Balai Taman Nasional Gunung Palung ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 6186/Kpts-II/2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Taman Nasional yang berkedudukan di Kabupaten Ketapang , Popinsi Kalimantan Barat. Kawasan Taman Nasional Gunung Palung secara historis ditunjuk sebagai kawasan suaka alam melalui Staat Blaat No.4/13IB/1937 tanggal 29 April 1937 dengan luas 30.000 Ha. Kemudian, melalui SK Menteri Pertanian No : 101 A/Kpts /VIII/12/1981 tanggal 10 Desember 1981 luas kawasan Taman Nasional Gunung Palung berubah menjadi 90.000 Ha dengan menunjuk kelompok hutan (kawasan perluasan) yaitu gunung Kepayang, gunung Seberuang, Sei Lekahan, Labuhan Batu dan sekitarnya dengan status kawasan berubah menjadi Suaka Margasatwa Gunung Palung. Pada acara Pekan Konservasi Alam Nasional III di Bali tanggal 24 Maret 1990 kawasan ini dideklarasikan sebagai Taman Nasional dengan luas 90.000 ha melalui pernyataan Menteri Kehutanan Nomor : 448/Menhut-VI/1990 tanggal 6 Maret 1990.
TNGP mempunyai ekosistem yang dikatakan sebagai yang terlengkap di antara taman-taman nasional di Indonesia. Di kawasannya terdapat Gunung Palung yang mempunyai ketinggian 1.116 meter. Selain itu, TNGP juga adalah habitat bagi sekira 2.200 ekor orangutanBekantan adalah mamalia dengan jumlah terbesar di TNGP.
Taman Nasional Gunung Palung merupakan salah satu kawasan pelestarian alam yang memiliki keaneka-ragaman hayati bernilai tinggi, dan berbagai tipe ekosistem antara lain hutan mangrove, hutan rawa, rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan pamah tropika, dan hutan pegunungan yang selalu ditutupi kabut.
Taman nasional ini merupakan satu-satunya kawasan hutan tropika Dipterocarpus yang terbaik dan terluas di Kalimantan. Sekitar 65 persen kawasan, masih berupa hutan primer yang tidak terganggu aktivitas manusia dan memiliki banyak komunitas tumbuhan dan satwa liar.

Seperti daerah Kalimantan Barat lain, umumnya kawasan ini ditumbuhi oleh jelutung (Dyera costulata), ramin (Gonystylus bancanus), damar (Agathis borneensis), pulai (Alstonia scholaris), rengas (Gluta renghas), kayu ulin (Eusideroxylon zwageri), Bruguiera sp., Lumnitzera sp., Rhizophora sp., Sonneratia sp., ara si pencekik, dan tumbuhan obat.


Tumbuhan yang tergolong unik di taman nasional ini adalah anggrek hitam (Coelogyne pandurata), yang mudah dilihat di Sungai Matan terutama pada bulan Februari-April. Daya tarik anggrek hitam terlihat pada bentuk bunga yang bertanda dengan warna hijau dengan kombinasi bercak hitam pada bagian tengah bunga, dan lama mekar antara 5-6 hari.
Tercatat ada 190 jenis burung dan 35 jenis mamalia yang berperan sebagai pemencar biji tumbuhan di hutan. Semua keluarga burung dan kemungkinan besar dari seluruh jenis burung yang ada di Kalimantan, terdapat di dalam hutan taman naional ini.
Satwa yang sering terlihat di Taman Nasional Gunung Palung yaitu bekantan (Nasalis larvatus), orangutan (Pongo satyrus), bajing tanah bergaris empat (Lariscus hosei), kijang (Muntiacus muntjak pleiharicus), beruang madu (Helarctos malayanus euryspilus), beruk (Macaca nemestrina nemestrina), klampiau (Hylobates muelleri), kukang (Nyticebus coucang borneanus), rangkong badak (Buceros rhinoceros borneoensis), kancil (Tragulus napu borneanus), ayam hutan (Gallus gallus), enggang gading (Rhinoplax vigil), buaya siam (Crocodylus siamensis), kura-kura gading (Orlitia borneensis), dan penyu tempayan (Caretta caretta). Tidak kalah menariknya keberadaan tupai kenari (Rheithrosciurus macrotis) yang sangat langka, dan sulit untuk dilihat.
Sumber : http://wisatapontianak.com/taman-nasional-gunung-palung-kalimantan-barat/


TEMPOYAK DURIAN PONTIANAK KALIMANTAN BARAT

Tempoyak adalah masakan yang berasal dari buah durian yang difermentasi. Tempoyak merupakan makanan yang biasanya dikonsumsi sebagai lauk saat menyantap nasi. Tempoyak juga dapat dimakan langsung, namun hal ini jarang sekali dilakukan karena banyak yang tidak tahan dengan keasaman dan aroma dari tempoyak itu sendiri. Selain itu, tempoyak dijadikan bumbu masakan.

Tempoyak diriwayatkan dalam Hikayat Abdullah sebagai makanan sehari-hari penduduk Terengganu. Ketika Abdullah bin Abdulkadir Munsyi berkunjung ke Terengganu sekitar tahun 1836, ia mengatakan bahwa salah satu makanan kegemaran penduduk setempat adalah tempoyak. Berdasarkan sejarah yang ada dalam Hikayat Abdullah, tempoyak merupakan makanan khas rumpun bangsa Melayu, yaitu suku bangsa Melayu di Malaysia dan Indonesia yang terdapat di Sumatera dan Kalimantan.
Citarasa dari Tempoyak adalah asam, karena terjadinya proses fermentasi pada daging buah durian yang menjadi bahan bakunya. Tempoyak dikenal di Indonesia, terutama di Palembang, Lampung dan Kalimantan. Selain itu, makanan ini juga terkenal di Malaysia. Di Palembang, tempoyak dimasak dengan campuran daging ayam. Di Lampung, tempoyak menjadi bahan dalam hidangan seruit atau campuran untuk sambal.
Kaya akan budaya, masyarakat Indonesia memiliki ciri khas yang sungguh unik. Kemewahan alam yang subur, begitu nikmat untuk disajikan. Seperti halnya dengan buah satu ini, durian sang raja buah. Bukan hanya sekedar santapan buah yang langsung bisa dinikmati, namun dapat pula diolah menjadi berbagai makanan  lezat tanpa menghilangkan rasa dan aroma khas yang dimiliki. Masyarakat  Melayu di wilayah Sumatra dan Kalimantan, durian biasa diolah menjadi hidangan pendamping nasi, yang biasa disebut dengan tempoyak.
Tempoyak merupakan kuliner yang terbuat dari hasil fermentasi daging durian.Agar menghasilkan rasa asam dan aroma yang sangat lezat, proses fermentasi dilakukan selama tiga hingga enam hari. Akan lebih lezat lagi jika bahan dasar yang digunakan adalah bahan daging durian lokal yang bermutu baik dan manis.
Karena rasanya khas nan lezat membuat tempoyak dapat dijadikan makanan utama. Sebagian besar masyarakat Melayu menjadikan hidangan ini sebagai hidangan yang wajib ada di setiap menu sehari-hari. Selain menjadi menu utama, tempoyak juga dapat dijadikan sebagai menu tambahan dalam olahan yang dapat dipadupadankan dengan daging ataupun ikan. Bukan hanya dapat dimakan setelah menjadi olahan matang, tempoyak mentah juga terasa lezat disantap dengan dicampur gula pasir dan irisan cabe rawit.
Masyarakat Melayu memiliki olahan tempoyak yang sangat melimpah saat musim durian datang.  Mereka bisa membuat tempoyak dalam jumlah banyak, yang disimpan dalam tempat tertutup agar tidak ada zat yang masuk kedalamnya. Hasil fermentasi yang dilakukan secara benar akan membuat tempoyak dapat bertahan lama, bahkan hingga satu tahun.
Selain nikmat, tempoyak juga memiliki kandungan gizi yang cukup banyak, seperti air, karbohidrat, lemak, protein, serta, energy, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, kalium, kalsium, dan fosfor.
RESEP TEMPOYAK/ TEMPUYAK
Tempoyak nan lezat dan aromanya yang khas hanya menjadi hidangan khas di beberapa daerah terutama daerah yang subur penghasil durian (duren). Tempoyak merupakan hasil fermentasi dari buah durian yang sudah matang. Penyajiannya dapat diolah menjadi bumbu atau tambahan bahan masakan atau dibuat sambal.
RESEP SAMBAL TEMPOYAK ENAK
Bahan dan Bumbu dihaluskan :
  1. 4 butir bawang merah
  2. 2 siung bawang putih
  3. tempoyak durian secukupnya
  4. 3 buah cabe merah besar
  5. cabe rawit,sesuai selera
  6. gula pasir secukupnya
  7. minyak goreng secukupnya
CARA MEMBUAT SAMBAL TEMPOYAK ENAK :
  1. Tumis bumbu halus sampai harum.
  2. Tambahkan Tempoyak (seperlunya) tambahkan sedikit gula sebagai pengganti penyedap rasa.
  3. Tumis sebentar (sekitar 2-3 menit). Angkat, sajikan selagi hangat dengan nasi putih.
Sumber : http://wisatapontianak.com/tempoyak-durian-pontianak-kalimantan-arat/


Rabu, 02 November 2016

LEMPOK DURIAN PONTIANAK KALIMANTAN BARAT

Lempok adalah panganan khas Indonesia yang berasal dari durian. Latar belakang terciptanya panganan lempok tentu adalah karena produksi buah durian yang melimpah terutama saat panen raya durian, sehingga buah durian tidak habis dikonsumsi dalam bentuk buah segar. Sehingga agar tidak terbuang sia-sia tentu buah durian harus diolah menjadi bentuk panganan yang salah satunya adalah berupa lempok yaitu sejenis dodol tetapi tidak menggunakan bahan campuran seperti tepung atau 100% memakai bahan dasar buah durian saja. Jika memakai campuran tepung tentu namanya adalah dodol durian, sedangkan lempok hanya berbahan dasar durian saja. 
Saat ini daerah yang memproduksi panganan lempok ada di dua pulau yaitu Pulau Sumatra dan Pulau Kalimantan. Hal ini dapat dipahami karena di kedua pulau tersebut produksi buah durian melimpah saat musimnya.
Bagi yang pernah datang ke Kota Pontianak dan mencicipi dahsyatnya Lempok Durian Pontianak pasti akan kangen dengan sensasi legitnya Lempok Durian Pontianak. Apabila ingin membeli Lempok Durian Pontianak dari Kota Anda tentu akan kesulitan, karena tidak mungkin ke Pontianak hanya ingin membeli Lempok Durian Pontianak saja bukan ? oleh karena itu www.lempokdurian.com memberikan solusi kepada Anda untuk bisa memesan secara online Lempok Durian Pontianak dan akan mengirimkan Lempok Durian ke Kota Anda ke seluruh penjuru Indonesia bahkan keseluruh dunia jika memungkinkan
Untuk memperoleh Lempok Durian Pontianak sangat mudah. Anda bisa Telepon di nomor : (0561) 7010760 (Fleksi), 08164265265 (Mentari) atau 082151652480 (Simpati), Atau SMS di nomor : 08164265265 (Mentari), atau email ke : bisniseddy@gmail.com atau Chatting via YM : cs_lempokdurian@yahoo.com
Mau tau lebih lengkapnya silahkan kunjungi aja www.lempokdurian.com
Sumber : http://wisatapontianak.com/lempok-durian-pontianak-kalimantan-barat/

Selasa, 01 November 2016

Paroki Santo Yoseph, Katedral Pontianak

Paroki Santo Yoseph Katedral Pontianak merupakan paroki dari Gereja Katolik Roma di pusat Keuskupan Agung Pontianak. Pusat Paroki Katedral Pontianak berada di Kelurahan Darat Sekip - Kecamatan Pontianak Kota, di KotaPontianak - Kalimantan Barat. Bangunan gereja pusat paroki ini, Gereja St Yoseph, merupakan gereja katedral --tempat tahta uskup Keuskupan Agung Pontianak; diresmikan pada 19 Desember 2014 oleh Gubernur Kalbar Drs.Cornelis MH, dan pemberkatannya pada 19 Maret 2015 --bertepatan dengan Pesta St. Yosef menurut kalender liturgiKatolik Roma.[4] Paroki Katedral Pontianak sejak awal dirintisnya sampai dengan saat ini digembalakan oleh para imamdari ordo Kapusin (OFMCap).

Gereja Katedral[sunting | sunting sumber]

Pembangunan gereja pertama sebagai pusat paroki dimulai sejak tahun 1908 oleh Prefek Apostolik Dutch Borneo Mgr. Pacificus Bos, OFMCap setelah pembelian tanah untuk membangun gereja, pastoran, rumah yatim-piatu, sekolah,pemakaman, dan susteran. Kemudian gereja tersebut diberkati pada 9 Desember 1909, sekaligus berdirinya paroki secara resmi. Menjadi gereja katedral sejak 17 November 1918 seiring dengan ditahbiskannya Mgr. Jan Pacificus Bos, OFMCap menjadi Uskup Tituler Capitolias, merangkap Vikaris Apostolik Dutch Borneo, dan paroki berubah menjadi Paroki Katedral Pontianak.[5][6]
Seiring perkembangan umat dan keadaan fisik bangunan gereja awal yang sudah tidak layak, maka bangunan tersebut dirubuhkan pada tahun 2011 untuk dibangun gereja baru yang berkapasitas 3.000 orang. Gereja St. Yoseph yang baru dibangun dengan perpaduan arsitektur Romawi dan Timur TengahOrnamen bernuansa Dayak mendominasi eksterior bangunan, dan interiornya didominasi nuansa khas Tionghoa berpadu dengan gaya klasik Eropa; sementara arsitekyang merancang eksterior gereja baru, Ricky, adalah arsitek Masjid Raya Singkawang --semakin memperkuat kesan Kalbar yang multi etnis tempat umat berbagai agama hidup berdampingan.[7]
Gubernur Kalbar Drs. Cornelis MH meresmikan Gereja Katedral St. Yoseph yang baru pada 19 Desember 2014 walau pembangunan belum terselesaikan sepenuhnya, khususnya bagian eksterior dan halaman, agar dapat digunakan untuk Misa Natal 2014; Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus turut hadir dalam acara peresmian tersebut.[4][8] Gubernur Cornelis mengklaim bahwa Gereja Katedral Pontianak yang sekarang adalah bangunan gereja Katolik terbesar diAsia Tenggara.[7]

Karya Pastoral[sunting | sunting sumber]

Salah satu karya pastoral adalah Credit Union (CU) Muara Kasih yang diresmikan pada 15 Agustus 2012 oleh Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH. Keberadaan CU Muara Kasih diharapkan dapat menjadi 'pagar hidup' dengan membuat masyarakat sekitar lingkungan katedral, pusat paroki, memperoleh manfaat layanan darigereja; keanggotaannya diperuntukkan untuk semua orang tanpa melihat suku, agama, atau kelompok tertentu.[2]

Jadwal Misa[sunting | sunting sumber]

Jadwal misa di Gereja Katedral St. Yoseph:[9]
  • Misa Harian : 05.30 WIB
  • Misa Jumat Pertama : 18.00 WIB
  • Misa Hari Minggu : 06.00, 08.30, 16.30, 19.00 WIB
sumber :https://id.wikipedia.org/wiki/Paroki_Santo_Yoseph,_Katedral_Pontianak

Pontianak Convention Center (PCC)






DESKRIPSI

Pontianak Convention Center (PCC) adalah venue terbesar yang ada di Kalimantan Barat. Venue ini pertama kali diresmikan pada tahun 2004 oleh Presiden RI Megawati Soekarno Putri. PCC biasanya difungsikan untuk Exhibition, Entertainment, dan Meeting.

Jarak tempuh menuju PCC dari bandara internasional Supadio hanya berkisar 15-20 menit. Mudahnya akses menuju venue ini menjadi salah satu nilai tambah tersendiri, mengingat venue ini juga terletak di tengah kota. Selain itu, jarak dari PCC menuju ke tempat-tempat penting seperti hotel, mall, dan restaurant juga tidak terlalu jauh.

Gedung Pontianak Convention Center terdiri dari 4 lantai. Lantai 1 atau Plenary Hall bisanya dipakai untuk acara exibhition dan entertainment. Lantai 2 yang memiliki 3 ruangan khusus biasanya difungsikan untuk tempat seminar. Kemudian untuk lantai 4 nya difungsikan untuk restoran, lounge, dan club.


LOKASI
Jalan Sultan Abdurachman No. 7-9 Kota Pontianak, Kalimantan Barat

Sumber :